Peran Kepramukaan Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Di Sekolah
Keywords:
ekstrakurikuler pramuka, pendidikan karakter, pembelajaran kontekstual, penguatan karakter, sekolah dasarAbstract
Pendidikan karakter merupakan salah satu prioritas utama dalam sistem pendidikan Indonesia untuk membentuk peserta didik yang memiliki integritas, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Salah satu strategi yang diterapkan sekolah dalam mendukung tujuan tersebut adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman dan pembiasaan nilai-nilai karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dalam memperkuat pendidikan karakter peserta didik di SDI Moncong-Moncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman serta makna yang dibangun oleh kepala sekolah, pembina Pramuka, guru, dan peserta didik dalam pelaksanaan kegiatan kepramukaan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka berkontribusi terhadap penguatan pendidikan karakter melalui lima mekanisme utama, yaitu keteladanan, pembelajaran, pemberdayaan dan pembudayaan, penguatan, serta penilaian berkelanjutan. Keteladanan pembina menjadi fondasi dalam membangun disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran peserta didik, sedangkan aktivitas seperti latihan kepemimpinan, kerja kelompok, kegiatan sosial, dan perkemahan mendorong berkembangnya kemandirian, kerja sama, rasa percaya diri, serta kepedulian sosial. Dukungan sekolah melalui kebijakan, fasilitas, dan keterlibatan pembina turut memperkuat keberlanjutan proses pembentukan karakter. Penelitian ini menegaskan bahwa kegiatan Pramuka tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas ekstrakurikuler, tetapi juga sebagai wahana pendidikan karakter yang efektif melalui pengalaman belajar yang kontekstual, partisipatif, dan berkelanjutan, sehingga dapat menjadi salah satu strategi penguatan karakter peserta didik di sekolah dasar.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 A. Alfiani Damayanti, Cayati Cayati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


the terms of the