Pelatihan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPAS Guru di MIS Sis-Aljufri Palu Kota Palu

Authors

  • Andi Muh. Suktomansyah UIN Datokarama Palu
  • Andi Muh. Suktomansyah Universitas Islam Negeri Datokarama Palu, Indonesia

Keywords:

Problem Based Learning, IPAS, pelatihan guru, kompetensi pedagogis

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru terhadap konsep Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) serta kemampuan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran di MIS Sis-Aljufri Palu, Kota Palu. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui empat tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan pelatihan, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, dan evaluasi. Peserta kegiatan adalah seluruh guru di sekolah mitra yang dilibatkan melalui teknik sampling jenuh. Materi pelatihan mencakup karakteristik pembelajaran IPAS, prinsip dan sintaks PBL, pengembangan masalah kontekstual, penyusunan tujuan pembelajaran, perancangan langkah pembelajaran, dan penyusunan asesmen. Data diperoleh melalui observasi, lembar evaluasi peserta, dokumentasi, serta hasil praktik penyusunan perangkat pembelajaran, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap konsep IPAS dan model PBL mengalami peningkatan. Sebagian besar peserta mampu menjelaskan kembali karakteristik dan tahapan PBL, mengaitkan materi IPAS dengan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, serta menyusun perangkat pembelajaran berbasis masalah yang lebih kontekstual dan berpusat pada peserta didik. Pelatihan juga mendorong partisipasi aktif melalui diskusi, tanya jawab, praktik, dan refleksi. Meskipun demikian, beberapa peserta masih memerlukan pendampingan lanjutan, terutama dalam merumuskan masalah autentik yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik. Secara keseluruhan, pelatihan PBL memberikan kontribusi positif terhadap penguatan kompetensi pedagogis guru dan mendukung pembelajaran IPAS yang aktif, bermakna, kolaboratif, serta selaras dengan arah implementasi Kurikulum Merdeka. Keberlanjutan program perlu diarahkan pada pendampingan berkala, forum berbagi praktik baik, dan pemantauan penerapan PBL di kelas agar kemampuan yang diperoleh selama pelatihan dapat berkembang secara konsisten serta berdampak pada kualitas pengalaman belajar peserta didik secara nyata berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-04-18